Sunday, March 31, 2019

Hujan Membersamai Kita

Hujan membersamai kita


Nampaknya bertemu denganmu adalah suatu ketidaksengajaan dan harapan memilikimu ialah suatu hal ketidakmungkinan.

Nyatanya, rindu itu hadir saat kita sama-sama tak bersama, ketika genggaman tanganmu tak lagi ku genggam, dan pundakku serasa kosong tak ada haluan kepalamu.

Mengingat kembali saat itu, hentakkan langkah kaki selalu menjadi saksi destinasi tujuan perjalanan kita, mulut yang tak henti-hentinya memuji dan bercanda.

Mengingat kembali saat itu, saat ku terjatuh, kau lah yang pertama membangunkan ku, saat ku tak mampu meredam amarahku, kau lah air dalam bara api dalam tubuhku.

Mengingat kembali saat itu, saat kendaraan yang kita tumpangi mengalami kendala, kau lah yang setia menemani ku mendorong, kau lah yang setia menunggu dalam lamanya perjalanan, kau lah yang selalu tersenyum menenangkan jiwaku.

Mengingat kembali saat itu, saat kau hendak kemana, akulah yang setia menjemputmu, akulah yang setia mendengarkan keluh kesahmu, akulah tameng saat kau tak mampu bangkit.

Mengingat kembali saat itu, rasanya waktu berjalan begitu cepat atau aku dengan...

kebodohanku meninggalkanmu,
kebodohanku membiarkan jatuhnya air matamu,
kebodohanku melukai hatimu,
kebodohanku mendustai cinta yang hampir sempurna tapi ku nodai.

Hujan membersamai kita,

membersamai di setiap derai air mata terjatuh,

membersamai penghentian langkah kaki,

membersamai untuk sama-sama menutup buku perjalanan kisah yang mustahil bisa terulang kembali.

(setiap cerita ialah kenangan, tanya pada dirimu, sudah sejauh mana dirimu melupakan kenangan atau jangan-jangan dirimu masih berjalan bersama kenangan ? )

No comments:

Post a Comment

Menjaga Hati (1)

Menjaga Hati (1) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai Bro Sis, gimana kabarnya ? Semoga selalu dalam kondisi seha...