Tuesday, August 6, 2019

Mas Patah dan Mba Hati ( Patah Hati )

Dengan membaca tulisan ini, maka jangan 100% percaya pada tulisan ini. bukan berarti pengalaman pribadi bukan juga kisah yang belum nyata.




“ Saat Kau telah hancurkan hati dan perasaan seseorang,

tetapi orang tersebut masih menanyakan kabar tentangmu dan peduli denganmu,

serta masih ada senyuman dan kelembutan dari dirinya,

sungguh ialah orang yang tulus dan kesalahanmu telah membiarkannya pergi “



Berbicara tulus atau tidaknya seseorang pada kita, tentu tidak ada yang mampu menebak dengan mudah dan memahaminya dengan penuh akal dan logika. 

Namun, setiap orang pasti akan bisa membedakan mana yang benar-benar tulus dalam memberi dan menerima dan mana yang hanya berpura dalam memperlihatkan ketulusan tersebut. 

Pada awalnya memang setiap perasaan itu hadir dengan penuh kemanisan, keharmonisan tercipta saat dua insan saling mengerti bahwa bahagia itu universal, tidak mengenal siapa orangnya, darimana kalangannya, dan kapan harus berbagi kebahagiaan, serta dalam bagaimananya kebahagiaan tersebut tercurah dan tersampaikan hanya setiap pribadi yang bisa memberi.

Sebut saja ia Mas Patah yang tergila-gila dengan pujaan hatinya yang disebut sebagai Mba hati. Waktu memang tidak ada yang bisa menebak kapan manusia saling di pertemukan dengan manusia yang lain untuk saling silaturahim atau sekedar bertegur sapa.


“ pertemuanmu dengannya adalah awal mula dari cerita yang bakal tertulis dicatatan kertas kosongmu.

Dalam setiap ceritanya, dirimu tidak bisa menebak, mana yang akan kamu tulis terlebih dahulu, bahagia atau kesedihan ?

Karna itu tergantung pada dirimu dan dengannya yang memegang penanya “.

Mas fatah hanya lelaki polos, yang belum paham akan arti mencintai, menyayangi seseorang, akan tetapi dalam hatinya ada ketulusan yang mendalam.

Pada suatu gelapnya malam dalam perjalanan,

Mas fatah berkata 

bolehkah aku berkata padamu, rindu. Nyatanya aku bukanlah orang belum tentu baik untuk awal pertemuan kita, aku pun bukan seseorang yang pandai berjanji lalu ditepati, dan aku juga bukan yang pandai dalam mencairkan suasana. 1 hal yang harus kamu tahu, nilailah aku dari apa yang aku lakukan untukmu, bukan dengan apa yang aku katakana, karna lewat kata bisa saja itu hanya sekedar kata, namun apa yang aku perbuat untukmmu itu benar nyatanya ketulusan hadir dari diriku untukmu, jadi pahami baik-baik akan diriku “

Mba hati menoreh kearah mas fatah dengan senyuman, seolah meyakinkan,

“ dalam gelapnya malam, kamu tahu apa yang membuat perjalanan kita menjadi terang ? cukuplah akan kehadiranmu dan kehangatanmu dalam membuktikan dengan tindakanmu, aku tak peduli dengan apa yang kamu katakan dan janji yang sering kau ucapkan, hatiku merasa, jika dirimu cukup gagah dan berani, jangan jadikan ucapan dan janjimu hanya omongan belaka. Sejatinya kamu adalah lelaki, dan aku adalah perempuan yang kadang tergiur rayuan manismu, maka jangan pernah tinggalkan kesendirian dalam perjalanan ini “


“ janji ialah suatu ucapan yang belum benar terbukti adanya,

Sedangkan bila (ia) yang kau utarakan dalam janji tersebut,

Jangan biarkan (ia) hanya sekedar ucapan lalu terlupakan,

Jadikan (ia) nyata dan bahagia karna janji yang kau ucapkan “

Suatu ketika, mba hati sangat membenci mas fatah, lantaran tak kunjung ia temukan kecocokan dalam komunikasi dengan mas fatah. Kejenuhan dan kegagalan di masa lalu menghantuinya, rasa putus asa terus mendorongnya untuk segera menyudahinya.

Berbeda dengan mba hati, mas fatah masih tetap teguh dan menyadari bahwa ia salah dan segera belajar dari kesalahan tersebut. Namun semakin ia menyadari, semakin kuat rasa percaya akan perasaannya kepada mba hati. Nyatanya ia masih saja belum belajar dengan baik, masih saja selalu salah dimata mba hati.

hati, maafkan atas kesalahan yang ku perbuat terus menerus, ini hanya keegosianku yang belum memahamimu secara utuh. Beri aku waktu dan proses dalam hal ini “


“ apa yang kamu mau mas fatah ? nyatanya kesalahan ini terus berulang, kamu sepertinya tak pernah belajar dengan baik dari kesalahan yang kamu perbuat. Aku lelah, maafkan aku yang masih harus jujur padamu, luka dan ketakutan ku di masa lalu ku masih belum pulih seutuhnya, rasa benci dan kecewa pada seseorang masih saja berkata dalam hati dan pikiranku. Jadi pahamilah lukaku masih teramat sakit, dan  ku pastikan sudahi saja perjalanan kita sampai disini saja. Kita tidak ada kecocokan dalam hal apapun “


“ hati, ku mohon berikan aku kesempatan lagi, beri aku waktu sejenak untuk merenungi dan intropeksi salahku padamu. Bilamana hatimu masih ada luka di masa lalumu, kenapa tidak jujur dari awal, kenapa kamu katakan disaat rasaku padamu terus tumbuh, bukankah itu sama saja melukaiku ? sudah lupakan tentang itu, ku mohon Tarik ucapan mu tentang pisah, bukankah sudah ku utarakan dari awal, aku bukanlah orang yang belum tentu baik, baik dalam ucapan dan janji, aku hanya membuktikannya lewat tindakan “.



“ kadang serapat apapun kamu menutupi luka di masa lalumu, 
selalu ada hal yang terbaca dari luka tersebut. 

Jangan korbankan orang terdekatmu dan baru dalam kehidupanmu hanya karna kamu masih menyimpan luka di masa lalumu. 

Karna pada dasarnya orang tersebut hanya mau mengubah lukamu menjadi bahagiamu, walau butuh waktu, namun percayalah ia itu tulus dalam memberi dan menerima, walau belum sesempurna pada apa yang ada di masa lalumu. 

Sungguh tidak adil bilamana kamu masih membahas masa lalumu, karna ini tentang sekarang dan masa depan. 

Orang yang tulus tidak akan menyerah dalam sebuah keputusan yang pahit, namun ia akan pergi bila memang sudah waktunya tuk pergi dan jangan penah tanyakan lagi apa itu ketulusan, karna itu semua sudah tergambar dari dirinya dan pengorbanannya dalam mengubah masa lalumu. 

Percayalah, ia bukan orang yang bodoh dalam menerima kenyataan, ia hanya berat dalam melangkahkan kaki tuk pergi pada 1 hati yang sudah ia yakini bakal ia labuhkan seluruh hatinya, walau hanya baru sebentar ia di pertemukan “.

No comments:

Post a Comment

Menjaga Hati (1)

Menjaga Hati (1) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai Bro Sis, gimana kabarnya ? Semoga selalu dalam kondisi seha...