APAKAH
AKU SEDANG JATUH CINTA ?
(ungkapan
untuk sang adinda)
Assalamu’alaikum…
Hai bro,sis, gimana kabarnya ?
semoga dalam kondisi sehat semua ya, Aaamiin.. maaf ya udah lama ga update,
karena lagi belum nemu mood yang pas buat nulis. J. Disini
gua akan bahas tentang “ APAKAH AKU SEDANG JATUH CINTA ?”. ya…akhir-akhir ini
gua banyak mengamati updatean temen-temen di medsos, banyak yang saling sindir
tentang kata-kata, atau juga yang lagi asik berduaan sama si doi.
APAKAH AKU SEDANG JATUH CINTA ?
Mungkin cinta adalah anugerah
terindah yang Allah SWT kasih dan titipkan pada setiap makhluk ciptaan-Nya.
Kita sebagai manusia kadang suka mengalami dan merasakannya. Deksripsi cinta
menurut gua pribadi ialah rasa yang berlebihan. Mengapa disebut rasa yang
berlebihan ? jawabannya sih tergantung pada setiap individu yang mengalaminya.
Karena cinta dapat dirasakan pada tiap makhluk, bukan hanya manusia, hewan,
tumbuhan pun mereka bisa juga merasakannya. Jadi, ungkapannya dan tindakannya
aja yang harus dibedakan, tidak perlu menyamakan dengan hewan dan tumbuhan,
karena manusia sudah punya akal sendiri untuk mengungkapkannya secara rasional
dan tentunya jangan seperti hewan dan kucing. Ungkapkan cinta pada waktu yang
tepat ?
1. Jatuh
cinta pada saat Ibadah Kepada-Nya.
Setiap
manusia terutama umat beragama pasti pernah mengalami yang namanya sedang
khusyuk-khusyuknya ibadah. Terkadang kalo udah seperti ini rasanya dunia
menjadi tenteram dan tenang karena sudah melekat dengan Tuhan. Hal ini
dibuktikan dengan Ibadah secara terus menerus, tanpa lalai, tanpa lelah dan
mengeluh. Wajib dan sunnah dikerjakan semata-mata untuk meraih Ridho-Nya,
segala kebaikan pun dikerjakan, karena mereka yakin bahwa hidup dunia ini hanya
sementara dan numpang lewat saja. Akan ada kehidupan selanjutnya setelah mati,
karena itu mempersiapkannya jauh lebih baik ketimbang hidup dunia dengan penuh
tipu daya dan berpoya poya yang melalaikan.
2. Jatuh
cinta pada sesama manusia.
Jatuh
cinta itu ialah perasaan yang luar biasa, diungkapkan dengan penuh kebahagiaan
dan dijalankan dengan penuh suka cita. Bagi kaum muda mudi, mungkin sering
mengalami perasaan ini dan paling sering juga mengungkapkannya lewat kata-kata
dan tindakan. Pada saat berdua dengannya terasa dunia hanya milik berdua dan
tak ada yang lain. Awal berjumpa biasa saja, perjumpaan selanjutnya menimbulkan
Tanya, “ siapa ia ? yang membuat hatiku berdeguk kencang saat didekatnya, mata
tak berkedip ketika memandangnya dan merasa nyaman bersamanya “.
Pertemuan
selanjutnya mencoba mencari tahu tentangnya, dan akhirnya bertemu tak disengaja
disuatu persimpangan. “ bolehkan lebih kenal lagi tentangmu, agar Tanya ini
akan selalu ada jawabnya, siapakah adinda ? “ Tanya itu meyakinkanya untuk bisa
lebih kenal dengan sang adinda, walau itu pertemuan kedua , rasanya terlihat
sudah bukan 2 x bertemu. Dan akhirnya pun merasa merajut asa untuk menjalin
hubungan melebihi pertemanan, hampir di tiap hari mereka bertemu ditempat yang
sama, berbicara dan membahas hal-hal yang beda di tiap harinya. Lelaki itu pun
terlihat nyaman bersama sang adinda, namun tidak dengan adinda, karena ia baru
pertama kali sedekat ini dengan sang lelaki dan akhirnya ia memutuskan untuk
merajut hubungan melebihi pertemanan dengan lelaki tersebut.
Ada kegelisahan
yang muncul di tiap kali mereka bertemu, namun sang adinda tak sedikitpun
menampakkannya, karena ia pandai dalam menutupi. Pada suatu ketika, sang adinda
memberanikan diri berbicara “ maaf, sepertinya ini pertemuan yang terakhir
kalinya, jika kakanda serius da nada niat lain selain apa yang sudah kita
jalankan, bertemu saja dengan ayahanda adinda, selebihnya biar Allah SWT yang
mempertemukan kita kembali di lain kesempatan”. Lancang sang adinda berkata dan
mimik mukanya pun tak ada sedkit pun senyum kepada lelaki tersebut. Namun
sepertinya perkataan tersebut tidak membuat lelaki itu gentar dan mundur, ia
terlihat merenung dan raut wajahnya seperti gundah. Suatu malam, nampaknya ia
mencoba melebarkan sejadahnya dan serayak berdo’a “ Ya Robb, Engkaulah Yang
Maha Menunjukkan Jalan yang lurus, Engkaulah Tuhan Yang Maha Memiliki
Kebenaran, Ya Rohman Ya Rohim, Tuhan Yang Maha pengasih dan Penyayang, Tuhan
Yang Maha Mendengarkan, Hamba memohon Kepada-Mu perkenankan Hamba untuk memohon
pertolongan dan petunjuk dari-Mu. Jika memang ia seseorang yang Engkau titipkan
untuk melengkapkan separuh agama dalam hidup Hamba, perkenankan mohon mudahkan
dan dekatkan. Jika memang bukan, mohon jauhkan dari segala hal-hal yang Engkau
Larang, Ya Robb” Nampak jelas air matanya bercucuran dan mulutnya terus berkata
dan memohon, sepertinya ia menyesali perbuatannya hingga apa yang terjadi
sekarang tidak pernah terpikir dibenaknya.
Adzan Subuh pun berkumandang, ia
lanjut melangkahkan kakinya ke Masjid. Setelah Sholat Subuh selesai, nampaknya
ia benar-benar serius dan ingin menimba ilmu akan permasalahan yang ia alami
saat itu. “ …Pak Ustadz, apa yang harus saya lakukan “. Tanya lelaki tersebut
dengan wajah lebam dan kantung matanya yang kian terlihat. “ Istikharahkan
saja, dan jangan pernah dekati makhluknya, dekati saja yang Menciptakannya,
Allah SWT. Karena pada dasarnya pilihan terbaik dan tepat datang atas Ridho
orang tuamu dan Allah SWT. “ jelas perkataan Ustadz tersebut, nampaknya lelaki
tersebut tahu betul apa yang selanjutnya ia lakukan.
Ia
pun bertanya dan menceritakan semua permasalahan yang sedang ia hadapi kepada
orang tuanya. Dan orang tuanya pun meminta ia untuk terus berusaha, jika memang
benar lakukan saja dan perjuangkan.
Keesokkan
paginya setelah Ba’da Subuh ia pun bergegas dengan penuh keyakinan untuk bertatap
muka langsung dengan ayahanda sang adinda. Pagi tersebut nampaknya menjadi hal
yang sulit untuk dilalui, hujan deras pun datang, membasahi dan membanjiri
jalanan, namun dengan tekad dan niat baik ia pun ijin kepada orang tuanya untuk
bisa melanjutkan perjuangannya. Sesampainya ditujuan, pakaiannya pun Nampak
basah dan ia pun bergegas mencari alamat yang dituju.
“ Assalamu’alaikum…
selamat pagi ayahanda adinda, mohon maaf bila mengganggu waktunya, perkenalkan
saya… saya temannya adinda, dan saya kesini ijin ingin menyampaikan suatu hal.
Kalo boleh saya jujur, saya pernah menjalin hubungan dengan adinda, akan tetapi
kami pun memutuskan untuk tidak melanjutkan dan tidak ada pertemuan lagi. Saya
secara pribadi mohon maaf atas kejadian tersebut dan tanpa seijin ayahanda
bertemu dan mendekati adinda. Namun tujuan utama saya kesini, bukanlah untuk
menyampaikan hal tersebut. IJINKAN SAYA UNTUK BISA MEMINANG ADINDA, ayahanda.
Mungkin saya bukanlah dari orang yang bergelimang harta, saya hanya pengemudi
ojek online yang baru lulus dan belum bekerja, penghasilan saya pun pas-pasan,
namun dengan niat Lillahi Ta’ala saya yakin bahwa dengan menikah akan membuka
pintu rejeki dan keberkahan lainnya. Saya tidak bisa menjanjikan apapun kepada
ayahanda dan keluarga, karna saya takut bila umur saya tidak cukup untuk
menjanjikan hal lainnya akan menjadi hutang bagi saya, saya hanya bisa pastikan
adinda bisa bahagia bersama saya dalam hubungan yang halal dan selebihnya biar
kami berdua untuk berusaha membina rumah tangga yang sakinah, mawadah dan
warohmah. Mohon maaf bila saya begitu lancang atas penyampain saya, apakah
ayahanda mengijinkannya ???
Ceritanya dilanjut di updatean
selanjutnya ya…
Wassalamu’alaikum…
No comments:
Post a Comment