Saturday, March 23, 2019

APAKAH AKU SEDANG JATUH CINTA ?
(ungkapan untuk sang adinda)


Assalamu’alaikum…

Hai bro,sis, gimana kabarnya ? semoga dalam kondisi sehat semua ya, Aaamiin.. maaf ya udah lama ga update, karena lagi belum nemu mood yang pas buat nulis. J. Disini gua akan bahas tentang “ APAKAH AKU SEDANG JATUH CINTA ?”. ya…akhir-akhir ini gua banyak mengamati updatean temen-temen di medsos, banyak yang saling sindir tentang kata-kata, atau juga yang lagi asik berduaan sama si doi.


APAKAH AKU SEDANG JATUH CINTA ?

Mungkin cinta adalah anugerah terindah yang Allah SWT kasih dan titipkan pada setiap makhluk ciptaan-Nya. Kita sebagai manusia kadang suka mengalami dan merasakannya. Deksripsi cinta menurut gua pribadi ialah rasa yang berlebihan. Mengapa disebut rasa yang berlebihan ? jawabannya sih tergantung pada setiap individu yang mengalaminya. Karena cinta dapat dirasakan pada tiap makhluk, bukan hanya manusia, hewan, tumbuhan pun mereka bisa juga merasakannya. Jadi, ungkapannya dan tindakannya aja yang harus dibedakan, tidak perlu menyamakan dengan hewan dan tumbuhan, karena manusia sudah punya akal sendiri untuk mengungkapkannya secara rasional dan tentunya jangan seperti hewan dan kucing. Ungkapkan cinta pada waktu yang tepat ?



1.    Jatuh cinta pada saat Ibadah Kepada-Nya.

Setiap manusia terutama umat beragama pasti pernah mengalami yang namanya sedang khusyuk-khusyuknya ibadah. Terkadang kalo udah seperti ini rasanya dunia menjadi tenteram dan tenang karena sudah melekat dengan Tuhan. Hal ini dibuktikan dengan Ibadah secara terus menerus, tanpa lalai, tanpa lelah dan mengeluh. Wajib dan sunnah dikerjakan semata-mata untuk meraih Ridho-Nya, segala kebaikan pun dikerjakan, karena mereka yakin bahwa hidup dunia ini hanya sementara dan numpang lewat saja. Akan ada kehidupan selanjutnya setelah mati, karena itu mempersiapkannya jauh lebih baik ketimbang hidup dunia dengan penuh tipu daya dan berpoya poya yang melalaikan.



2.   Jatuh cinta pada sesama manusia.

Jatuh cinta itu ialah perasaan yang luar biasa, diungkapkan dengan penuh kebahagiaan dan dijalankan dengan penuh suka cita. Bagi kaum muda mudi, mungkin sering mengalami perasaan ini dan paling sering juga mengungkapkannya lewat kata-kata dan tindakan. Pada saat berdua dengannya terasa dunia hanya milik berdua dan tak ada yang lain. Awal berjumpa biasa saja, perjumpaan selanjutnya menimbulkan Tanya, “ siapa ia ? yang membuat hatiku berdeguk kencang saat didekatnya, mata tak berkedip ketika memandangnya dan merasa nyaman bersamanya “. 

Pertemuan selanjutnya mencoba mencari tahu tentangnya, dan akhirnya bertemu tak disengaja disuatu persimpangan. “ bolehkan lebih kenal lagi tentangmu, agar Tanya ini akan selalu ada jawabnya, siapakah adinda ? “ Tanya itu meyakinkanya untuk bisa lebih kenal dengan sang adinda, walau itu pertemuan kedua , rasanya terlihat sudah bukan 2 x bertemu. Dan akhirnya pun merasa merajut asa untuk menjalin hubungan melebihi pertemanan, hampir di tiap hari mereka bertemu ditempat yang sama, berbicara dan membahas hal-hal yang beda di tiap harinya. Lelaki itu pun terlihat nyaman bersama sang adinda, namun tidak dengan adinda, karena ia baru pertama kali sedekat ini dengan sang lelaki dan akhirnya ia memutuskan untuk merajut hubungan melebihi pertemanan dengan lelaki tersebut. 

Ada kegelisahan yang muncul di tiap kali mereka bertemu, namun sang adinda tak sedikitpun menampakkannya, karena ia pandai dalam menutupi. Pada suatu ketika, sang adinda memberanikan diri berbicara “ maaf, sepertinya ini pertemuan yang terakhir kalinya, jika kakanda serius da nada niat lain selain apa yang sudah kita jalankan, bertemu saja dengan ayahanda adinda, selebihnya biar Allah SWT yang mempertemukan kita kembali di lain kesempatan”. Lancang sang adinda berkata dan mimik mukanya pun tak ada sedkit pun senyum kepada lelaki tersebut. Namun sepertinya perkataan tersebut tidak membuat lelaki itu gentar dan mundur, ia terlihat merenung dan raut wajahnya seperti gundah. Suatu malam, nampaknya ia mencoba melebarkan sejadahnya dan serayak berdo’a “ Ya Robb, Engkaulah Yang Maha Menunjukkan Jalan yang lurus, Engkaulah Tuhan Yang Maha Memiliki Kebenaran, Ya Rohman Ya Rohim, Tuhan Yang Maha pengasih dan Penyayang, Tuhan Yang Maha Mendengarkan, Hamba memohon Kepada-Mu perkenankan Hamba untuk memohon pertolongan dan petunjuk dari-Mu. Jika memang ia seseorang yang Engkau titipkan untuk melengkapkan separuh agama dalam hidup Hamba, perkenankan mohon mudahkan dan dekatkan. Jika memang bukan, mohon jauhkan dari segala hal-hal yang Engkau Larang, Ya Robb” Nampak jelas air matanya bercucuran dan mulutnya terus berkata dan memohon, sepertinya ia menyesali perbuatannya hingga apa yang terjadi sekarang tidak pernah terpikir dibenaknya. 

Adzan Subuh pun berkumandang, ia lanjut melangkahkan kakinya ke Masjid. Setelah Sholat Subuh selesai, nampaknya ia benar-benar serius dan ingin menimba ilmu akan permasalahan yang ia alami saat itu. “ …Pak Ustadz, apa yang harus saya lakukan “. Tanya lelaki tersebut dengan wajah lebam dan kantung matanya yang kian terlihat. “ Istikharahkan saja, dan jangan pernah dekati makhluknya, dekati saja yang Menciptakannya, Allah SWT. Karena pada dasarnya pilihan terbaik dan tepat datang atas Ridho orang tuamu dan Allah SWT. “ jelas perkataan Ustadz tersebut, nampaknya lelaki tersebut tahu betul apa yang selanjutnya ia lakukan.

Ia pun bertanya dan menceritakan semua permasalahan yang sedang ia hadapi kepada orang tuanya. Dan orang tuanya pun meminta ia untuk terus berusaha, jika memang benar lakukan saja dan perjuangkan.
Keesokkan paginya setelah Ba’da Subuh ia pun bergegas dengan penuh keyakinan untuk bertatap muka langsung dengan ayahanda sang adinda. Pagi tersebut nampaknya menjadi hal yang sulit untuk dilalui, hujan deras pun datang, membasahi dan membanjiri jalanan, namun dengan tekad dan niat baik ia pun ijin kepada orang tuanya untuk bisa melanjutkan perjuangannya. Sesampainya ditujuan, pakaiannya pun Nampak basah dan ia pun bergegas mencari alamat yang dituju. 

“ Assalamu’alaikum… selamat pagi ayahanda adinda, mohon maaf bila mengganggu waktunya, perkenalkan saya… saya temannya adinda, dan saya kesini ijin ingin menyampaikan suatu hal. Kalo boleh saya jujur, saya pernah menjalin hubungan dengan adinda, akan tetapi kami pun memutuskan untuk tidak melanjutkan dan tidak ada pertemuan lagi. Saya secara pribadi mohon maaf atas kejadian tersebut dan tanpa seijin ayahanda bertemu dan mendekati adinda. Namun tujuan utama saya kesini, bukanlah untuk menyampaikan hal tersebut. IJINKAN SAYA UNTUK BISA MEMINANG ADINDA, ayahanda. Mungkin saya bukanlah dari orang yang bergelimang harta, saya hanya pengemudi ojek online yang baru lulus dan belum bekerja, penghasilan saya pun pas-pasan, namun dengan niat Lillahi Ta’ala saya yakin bahwa dengan menikah akan membuka pintu rejeki dan keberkahan lainnya. Saya tidak bisa menjanjikan apapun kepada ayahanda dan keluarga, karna saya takut bila umur saya tidak cukup untuk menjanjikan hal lainnya akan menjadi hutang bagi saya, saya hanya bisa pastikan adinda bisa bahagia bersama saya dalam hubungan yang halal dan selebihnya biar kami berdua untuk berusaha membina rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Mohon maaf bila saya begitu lancang atas penyampain saya, apakah ayahanda mengijinkannya ???

Ceritanya dilanjut di updatean selanjutnya ya…


Wassalamu’alaikum…

No comments:

Post a Comment

Menjaga Hati (1)

Menjaga Hati (1) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai Bro Sis, gimana kabarnya ? Semoga selalu dalam kondisi seha...