Tuesday, June 12, 2018

Pacaran (1)



Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Hai Bro,Sis
Perkenalkan gua dian, disini gua pengen sharing ilmu, pengalaman, atau cerita yang nantinya bisa kalian baca. Oia disini gua bukan bermaksud untuk menggurui atau sok tau, hhe, sekedar ingin mencurahkan beberapa kisah yang semoga dapat bermanfaat bagi kalian dan khususnya gua pribadi yang masih jomblo, lah ko jomblo ? hhe iya gpp jomblo dah yang penting kita sama sama menuju kebaikan dan berusaha menjauhi keburukan yang dilarangnya. Dan gua buat blog ini karena ada keinginan untuk bercerita tentang pengalaman gua baik tentang agama, percintaan dan kehidupan yang pernah gua alami atau bahkan yang pernah kalian alami. Jadi blog ini cocok buat kalian yang muda mudi yang masih labil akan soal percintaan, yang jomblo labil karena belum dipertemukan jodohnya dan yang pacaran labil karena si dia tak kunjung menghalalkannya , hhe mantul

Oke untuk bagian ini gua akan bercerita tentang “ PACARAN (1) “
Pernah gak sih kita mendo’akan seorang yang kita inginkan jadi pendamping hidup secara diam-diam ?
Pernah gak sih kita suka sama seseorang tapi kita malu buat ungkapinnya ?
Pernah gak sih kita kepo akan status seseorang, sampai-sampai kita stalking siapa sih dia ?
Jawabannya “IYA”, hayo ngaku hhe
Ketika kita bicara soal cinta, maka kita bicara keyakinan pada Sang Maha Pemberi Cinta. Maka dari itu, ketika kita ragu akan cinta, maka kita ragu juga Kepada-Nya , bukankah itu hal yang tidak boleh dilakukan ?
Cinta ialah perasaan yang berawal dari mata dan jatuh ke hati, maka ketika kita mulai ada respect cinta sama si dia, buru-buru dah ungkapin, ett tapi jangan sembarang ungkapin, barangkali si dia ga mau pacaran, dan memilih pengen jadi teman hidupnya dalam keadaan halal. Hayo udah pada dihalalin belum ?
Kalo bicara halal, semua butuh proses, mulai dari perkenalan, masa penjajakan/pencocokan, tetapi apakah jodoh harus dimulai dari itu ?
Tak semua diawali seperti itu, kadang ada pula yang langsung menyatakan keseriusannya dengan  melamar , atau juga dengan jalan pacaran .
Tapi buat kalian yang masih pacaran atau udah pernah pacaran, apa sih yang kalian rasakan ? hhe gua juga pernah ko dulu sempat nyicipin pahit manisnya pacaran. Kalo menurut gua pribadi, pacaran itu diawali dari ketertarikan seseorang dengan lawan jenisnya, entah itu katanya dia sayang, cinta tapi ko ga dihalalin ? Husnuuzan aja mungkin belum ada modal, jadi nabung dulu, atau mungkin belum berani ketemu orang tua si dia buat nyatain keseriusan ? hhe.
Awalnya itu deket sebagai teman, terus chattan, telponan terus ketemuan, lama-lama ada rasa suka, timbullah rasa ingin memiliki, ketika sudah memiliki, ada 2 kemungkinan, takut kehilangan dan dihilangkan. Pernah gak sih disaat kalian saying sama seseorang (pacaran) tapi rasa sayang kalian itu mengalahkan rasa sayang kepada Ibu, Bapak kalian ? kalo kalian bela-belain ketemu si dia disaat rindu-rindunya, tapi orang tua kalian lebih rindu sama kalian dan kalian memilih si dia ketimbang orang tua kalian, apa itu benar ?
Jangan jadikan pacaran sebagai prioritas utama kalian, masih ada hal baik lainnya yang bisa dilakukan ketika sendiri. Sendirinya kalian itu lebih bermanfaat jika senantiasa dekat dengan-Nya dalam Ibadah, ketimbang harus mengikat hanya demi status yang belum halal dan tidak dibenarkan dalam Agama Islam. Disini gua tidak menyalahkan kalian yang sedang dalam proses pacaran, sekarang gua Tanya udah berapa banyak uang yang kalian keluarkan demi pasangan yang belum halal ? berapa banyak waktu kalian yang digunakan untu si dia yang belum halal ? berapa banyak janji-janji yang sok manis kalian utarakan kepada si dia ? berapa banyak perbuatan (maaf) zina seperti pegangan tangan, tatapan mata dengan mata, pelukan di motor atau bahkan perbuatan yang tidak bisa dilihat oleh mata orang lain akan tetapi ada DIA yang Maha Melihat Segalanya. Sudah berapa lama kalian pacaran hingga kalian lupa dengan Ibadah ? Sudah berapa lama kalian pacara hingga kalian lebih memprioritaskan pasangan belum halal kalian itu ketimbang keluarga ?
Kalian bela-belain lama pegang hp buat chatan dan telponan dengan si dia, tapi disaat ibu dan bapak kalian rindu ingin  berkomunikasi, dihiraukan kah ?
Bela-belain demi si dia hujan-hujanan tapi ketika orang tua kalian meminta untuk menghantarkannya belanja, kalian jawab “ah” “males”, apa kalian tau seberapa sabar orang tua kalian menghadapi sikap anaknya ?
Apa yang sudah kalian perbuat demi membahagiakan orang tua kalian ?
Sudah berapa banyak kata maaf yang kalian lontarkan pada pacar kalian ? lalu sebandingkah dengan kata maaf untuk orang tua kalian ?
Apa orang tua kalian welcome terhadap pacar kalian ? bisa saja orang tua kalian menutupi kecemasannya, bisa saja orang tua kalian bahagia didepan, akan tetapi dimalam harinya orang tua kalian menangis mengadu dalam Do’a agar senantiasa anaknya berada dijalan yang benar.

Kalian lebih sabar mana, dengan pacar atau orang tua ? hayo jujur aja, kalo pacar nya marah pasti pura-pura sabar, padahal dalam hati sudah gondok,ngeluh kenapa sih gua dapat pacar kaya gini, lah kenapa memulai sesuatu jika belum siap menerima semua kekuranganya, jika belum siap cukuplah bersabar. Pacar kalian hanya sok sok an aja sabar didepan, padahal didalam hatinya itu gondok dan ngeluh, lalu apa kalian sabar juga ketika diminta tolong orang tua ? apa iya ? sudah ? kalo gitu hebat jika kalian sabar dan tak mengeluh.

Hhe serius amat bro,sis baca nya
Maaf ya kalo gua sok tau, itu bukan sok tau ko, hanya sekedar berbagi pengalaman dan informasi aja, sesuatu yang menurut kita baik itu belum tentu baik di mata-Nya, lalu bagaimana dengan sesuatu yang dilarang dalam Agama tapi tetap dilakukan ?
Jadi disini gua ga mempermasalahkan kalian yang sedang dan masih ingin terus dijalan pacaran. Sesuatu yang tidak terlihat terkadang lebih membahayakan dari apa yang dilihat, tahu itu apa ? ya dosa, dosa mungkin tak terlihat tapi kalau saja itu diperlihatkan, maka semua orang berebut untuk menjauhkan sesuatu yang menyababkan dosa tersebut
Ketahuilah cukup simpan saja dulu rasa suka, sayang, cinta dan ingin memiliki kalian dalam Do’a. tidak usah memaksakan diri untuk menyukainya, menyayainginya, mencintai atau bahkan terlalu cepat memilikinya. Mantapkan dulu keyakinan kita, Yakin ke siapa ? Yakinkan Iman kita ini sepenuhnya hanya ALLAH SWT, dan segala niat baik kita untuk mengharap Ridho-Nya Insya Allah kedepannya rasa suka, sayang, cinta dan memiliki kalian itu bakal berbuah manis lewat Do’a dan dipertemukan pada cara yang benar dan waktu yang tepat sama jodohnya, amin hhe.


No comments:

Post a Comment

Menjaga Hati (1)

Menjaga Hati (1) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai Bro Sis, gimana kabarnya ? Semoga selalu dalam kondisi seha...