Saturday, June 16, 2018

DIAM-DIAM MENGINGINKAN (1)





Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
                                                                
Hai Bro, Sis
Jumpa lagi dengan gua dian, hhe

Sebelumnya gua atas nama pribadi mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, bila ada salah mohon di maafkan ya, hhe
Oia enaknya bahas apa ya ? kalo bahas pacaran terus kayanya agak boring juga buat yang para jomblo, hhe okelah gua mencoba memainkan imajinasi dan pengalaman yang gua punya semoga didalam nya ada ilmu yang bisa gua share dan kalian dapatkan.

Oke judulnya “DIAM-DIAM MENGINGINKAN (1)”

Nah loh ada apa dengan judul itu ? hhe sebenarnya judulnya hanya pintasan aja yang muncul tiba-tiba dipikiran gua, tapi semoga yang pentingkan ceritanya itu bisa kalian tangkap atau tidak. Hhe

Diam-diam menginginkan, pernah ga kalian punya gambaran kalo punya pasangan, pasangannya itu maunya seperti apa ?

Diam-diam menginginkan, pernah ga kalian ketika baru pertama kali ketemu seseorang yang disengaja atau Cuma berpapasan lewat gitu, terus berharap ada sesuatu yang lebih sama orang tersebut ?

Diam-diam menginginkan, pernah ga kalian punya teman/sahabat udah lama gitu, kemana-mana bareng, sampe disuatu ketika timbul suatu perasaan yang sekiranya ingin diungkapkan tapi dirasa berat ?

Diam-diam menginginkan, pernah ga kalian punya mantan pacar, sewaktu pacaran rasanya bosen, tetapi sesudah putus, ngeliat mantan pacar terlihat beda dan lebih baik lagi penampilannya dan segala hal yang ada pada mantan pacarnya, terus kepikiran kapan atau bisakah balikan lagi ?

Itu semua wajar ko, pasti pada mengalami kejadian seperti itu. Lalu apa yang harus dilakukan kalo misalnya kalian ketemu sama seseorang yang selama ini kalian idam-idamkan, udah lama stalking semua tentang si dia, terus pada suatu waktu ketemu disaat yang tidak disengaja, si dia lewat berpapasan didepan mata lalu apa yang harus dilakukan ?

Hhe…pasti ada yang pura-pura ngga kenal, dan cuek aja padahal dalam hati pengen banget kenalan terus ngobrol banyak dan tukeran no hp dah. Hhe…hayo..tapi kalo memberanikan diri buat kenalan tapi si dia nya cuek dan biasa aja not respon gimana ? agak nyesek juga kan hati hhe
Jadi ,,,cara terbaiknya cukup do’akan aja dulu kalo merasa belum mampu melakukan banyak hal. Niatnya di tegasin lagi untuk hal-hal baik, sambil usahanya jalan buat hal-hal kebaikan, masalah ending ? biar Allah SWT yang menentukkan kita bakal berlabuh sama siapa, toh semua pasti berpasang-pasangan ko.
Gpp lah saat ini kalian Cuma bisa stalking tentang dia dari medsos atau dari temen deketnya, yang penting ada progress usaha buat dapetinnya, sambil mantapkan diri, kalo diri udah mantap dan ready langsung aja datengin kerumahnya, minta ijin sama orang tuanya kalo kalian adalah seseorang yang siap menjaga dan bertanggung jawab atas anaknya nanti dengan cara menghalakannya. Kalo udah halal kan enak, semuanya pasti menjaga, dari hati, pandangan dan perasaan.

Khayal aja dulu , pada suatu ketika kalian sudah memiliki bekal yang cukup mulai dari ilmu agama, materi dan segala hal yang harus dimiliki untuk berumah tangga, lalu tibalah saatnya memberanikan diri untuk datang kerumah si dia.

Si dia nya ga ada dirumah, yang ditemui Cuma ada ada orang tuanya, lalu memperkanalkan diri dan maksud tujuannya ngapain.

Jomblo : “Assalamu’alaikum…maaf pak, sebelumnya apa bener ini rumahnya ukhti….?
Camer : Wa’alaikumsalam…betul nak, maaf dengan siapa ya dan ada maksud apa dengan anak saya ?
Jomblo : maaf pak, kalo saya begitu lancang datang kerumah bapak dan ibu tanpa berkabar dan ijin terlebih dahulu, karena saya pribadi tidak begitu kenal dekat dengan anak bapak dan untuk cari alamat rumah bapak saja saya tahu dari temanny ukhti….
Camer : iya nak tidak apa-apa, lalu apa yang menjadi maksud dan tujuan kamu kesini ?
Jomblo : maaf pak, maka dari itu ijin kan saya untuk memperkenalkan siapa saya dan maksud saya apa datang kerumah bapak dan ibu ini, saya akh…saya anak pertama dari 4 bersaudara, saya kebetulan kenal anak bapak dan ibu dari temannya ukti, kebetulan temannya itu 1 kantor sama saya, dan untuk sementara ini saya tahu tentang anak bapak itu dari temannya, dan saya berasal dari depok pak, maka dari itu mumpung lagi dapat libur lebaran, dikantor saya ambil cuti, dan menyempatkan diri untuk Silaturahim kerumah bapak dan ibu sekaligus ada maksud dan tujuan dari saya pribadi untuk anak ibu.
Camer : oh nak akh…, ,jadi bapak harus panggil siapa kamu ? baik ,kamu sendirian datang kesini ? dari depok lumayan jauh loh ke sini..
Jomblo : (dengan senyum malu) panggil saja akh…, iya saya sendirian pak dari depok, kebetulan saya juga mau sekalian mampir kerumah budeh saya lokasinya ga jauh dari sini.
Camer : baik, nak. Terus maksud dan tujuan kamu datang kesini ada apa ? kebetulan anak saya lagi sedang tidak dirumah, biar nanti saya yang sampaikan.
Jomblo : baik pak, Bismillah, maksud tujuan saya kerumah bapak ini, hanya untuk silaturahim, pak dan ingin menyampaik suatu hal. Dan suatu hal itu maaf kalo saya begitu lancang.
Camer : (dengan raut wajah penasaran) lalu apa hal tersebut ?
Jomblo : jadi sudah hampir 3 bulan ini saya berusaha mencari tahu tentang anak bapak, kepribadiannya seperti apa dan kegiatannya apa aja, dan hal tersebut yang saya tahu bukan dari anak bapak langsung, akan tetapi teman deket anak bapak yang kebetulan teman kantor saya juga. Setelah sekian lama tersebut saya juga mencoba Istikharah kan diri saya dan evaluasi diri saya hingga mantapkan diri kerumah bapak langsung.
Camer : ya anak saya begitu apa adanya , nak. Alhamdulillah kalo kmu sudah tau tentang bagaimana anak saya, lalu ada hal lain ?
Jomblo : (mulai sedikit grogi dan mulai getar tubuh) ada pak, sebenarnya saya ingin mencari seseorang yang mau serius dengan saya. Tak perlu cantik parasnya, cukup baik agamanya dan kepribadiannya, sudah cukup bagi saya. Dan itulah hal saya ketahui serta itu ada pada anak bapak.
Camer : (dengan penasaran) nak akh…, kamu kan katanya hanya tahu dari teman dekatnya anak saya, apa yang membuatmu yakin kepada anak saya ? dan saya sejujurnya belum sepenuhnya yakin bahwa kamu itu baik atau tidak,
Jomblo : sebenarnya saya sempat bertemu dengan anak bapak itu pada suatu tempat dan itu juga tidak disengaja, ketika saya sedang berada disuatu tempat makan, lalu anak bapak datang bersama temannya yang kebetulannya teman dekat dikantor saya. Dan dari situ saya mulai penasaran siapa akhi …ini lalu saya mencari tahunya dari teman kantor saya. Untuk masalah yakin, Insya Allah saya yakin pak, karena saya disini tidak menuntut sempurna, tapi saya menerima apa adanya apapun keadaanya. Saya mungkin bukanlah orang yang baik pak, dan saya mungkin terlihat mencurigakan karena tiba-tiba datang langsung berucap yang engga-engga, akan tetapi disini saya sudah meminta ijin kepada orang tua saya untuk datang kerumah bapak dan orang tua saya sudah tahu tentang anak bapak karena saya selalu cerita kepada orang tua saya. Saya mencoba berbuat baik pak, meski belum tentu perbuatan saya dinilai baik orang.
Camer : (dengan wajah sambil serius melihat si jomblo) nak, anak saya adalah satu-satunya putri yang kami miliki, anak saya tidak saya ijinkan bila dekat dengan yang bukan muhrimnya, anak saya adalah anak yang penuh dengan kemanjaannya,sekarang ia sudah beranjak dewasa, kami sebagai orang tua semakin cemas bila nantinya ia sudah berkeluarga dan ia tidak bahagia. Maka dari itu, kami tidak sembarang orang mempercayai orang, sudah ada beberapa laki-laki datang kerumah tapi mereka hanya main-main, tidak ada niatan serius, serius hanya dimulut saja. Kami butuh sosok yang mampu bertanggung jawab dan menjaga anak kami.
Jomblo : (dengan tersenyum dan percaya diri) baik pak, terima kasih karena bapak sudah menjelaskan lagi tentang anak bapak, dan tidak mengurangi sedikit keraguan yang ada pada diri saya. Dan maaf pak, saya akan mengutarakan hal yang penting ini maka ijin saya. Jikalau bapak dan ibu mengijinkan, perkenankan saya akhi… untuk bisa meminang putri bapak dan ibu yang bernama ukh…….


(BERSAMBUNG…………………………………………)

CIYE… SERIUS BANGET BACANYA…hhe
Gimana gimana ceritanya ? ada yang pernah ngalamin ? hhe
Ceritanya bersambung di part berikutnya ya, mohon bersabar para jomblower, jangan kepo nanti rindu, hhe
Mohon komentar/masukkannya di blog saya, semoga apa yang saya ceritakan ini bermanfaat dan bisa dijadikan pelajaran.
TERIMA KASIH ^_^



No comments:

Post a Comment

Menjaga Hati (1)

Menjaga Hati (1) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai Bro Sis, gimana kabarnya ? Semoga selalu dalam kondisi seha...