KAMUFlase DIRI
KAMUFlase Diri (3)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam semangat kawan,
Gimana kabarnya ? Semoga dalam kondisi sehat dan bahagia semuanya. Aamiin.
KESABARAN
Manusia diciptakan sebagai Khalifah di muka bumi ini, untuk senantiasa menjaga dan merawat seisi bumi ini tanpa harus merusak dan menimbulkan sesuatu musibah.
Setiap Diri.
Setiap diri mempunyai sifat dan kepribadiannya masing-masing,
terkadang ada yang menyukai, dan terkadang ada juga yang membenci.
Namun, dibalik itu semua, kembali lagi ke diri pribadi masing-masing, karena yang berhak menjalani hidup ya diri kita masing-masing, suka atau tidak sukanya orang lain kepada kita itu biar menjadi penilaian orang. Tugas kita ialah jalani hidup kita, tanpa harus mengusik kehidupan orang lain atau juga harus menjadi orang lain.
Jadi diri pribadi itu penting, karena yang dibutuhkan ketika orang lain bertemu dengan kita ialah menjadi sebenar-benarnya kita.
Lalu, bilamana kita dirasa kurang cukup baik, apa yang harus dilakukan ?
Baik atau tidak cukup baiknya diri kita harus bisa disadari, karena secara tidak langsung akan berdampak pada lingkungan sekitar maupun pribadi.
Hal yang harus dilakukan ialah, menilai diri sendiri sudah sejauh mana melangkah untu k berbuat kebaikan dan menjadi pribadi yang lebih baik ketimbang yang lalu. Lalu, bila memang ada yang kurang atau dirasa ada yang tidak tepat pada diri kita, seharusnya cepat disadari untuk belajar memperbaiki apa yang kurang tepat dan kurang baik. Kita tidak bisa mengecap diri kita sudah baik atau belum, karena semua itu akan terlihat ketika apa yang sudah kita lakukan.
Misalnya, memulai kebaikan dari segi internal pribadi ( makan dan minum dengan duduk, biasakan membaca Do'a, atau berpenampilan sopan ).
Ya itu hanya baru dari segi pribadi, lalu bagaimana ketika kita memulai kebaikan dari segi eksternal ?
Semisalnya ( membiasakan peka terhadap keadaan, bilamana ada teman yang membutuhkan bantuan, sesegera mungkin kita mambantu atau juga dengan menjaga persahabatan baik kepada orang sekitar ).
![]() |
| Pict by : Doodlehanah |
Pengujian Diri.
Setiap orang punya ujian dan masalahnya masing-masing. Ujian itu hadir dan didapati setiap diri itu melainkan untuk bisa menguatkan diri. Bukan semata-mata hanya diberikan ujian tapi tidak ada hikmah dibalik ujian tersebut.
Bilamana kita mampu melewati ujian tersebut, maka ada sesuatu yang bisa diambil pelajaran dan mungkin juga setiap diri bisa mendapatkan sesuatu atas ujian yang telah dilalui.
Yakin..
Setiap diri di uji itu tidak akan melebihi batas kemampuan kita (Janji Allah SWT " Q.S : Al-Baqarah : 286" ).
Yakin pula...
Kemudahan itu didapat dan datang ketika kesulitan itu terlebih dahulu dilalui.
( Janji Allah SWT " Q.S : Al-Insyirah : 5 " ).
Iya...
Setiap diri harus bisa menguatkan dirinya masing-masing, yakin dan percaya ujian itu bukan hanya tentang yang pahit-pahit saja, melainkan ada pula yang manis-manis.
Misalnya, ketika kita mendapatkan kemudahan mendapatkan pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lain, yang ternama dan memilik benefit yang cukup besar. Lantas, sadar tidak disadari itulah ujian. Bagaimana dengan ujian kondisi yang baik, rejeki materi yang berlimpah apakah mampu ia bersyukur dengan lebih atau juga apakaih ia mampu menyalurkan rejeki yang didapatnya itu kepada orang-orang yang berhak menerimanya, karena dibalik rejeki yang kita dapat, ada hak orang lain juga yang harus kita tunaikan dan segerakan untuk bisa membersihkan rejeki kita tersebut. Karena tidak ada yang bisa menjamin akan rejeki yang kita dapat itu baik atau buruk, halal atau haram, atau juga Riba'.
Maka dari itu, kembalikan semuanya Kepada Yang Maha Pemberi Rejeki, Ya Rojaq, Allah SWT.
Itulah ujian dalam bentuk kemanisan kondisi, mungkin terasa nikmat ketika didapat, namun nikmatnya akan cepat hilang dan tidak terasa, ketika hanya mementingkan pribadi saja.
Bersabarlah diatas ujian,
Sabarlah ketika hendak Sholat dan
Kesabaran terbaik ketika hati dan jiwa tetap Husnuuzan akan ketetapan Sang Illahi Robbi.
Yakin tidak ada niat, usaha, dan Do'a yang terbuang sia-sia, semua akan terbayar dan didapatkan balasan-Nya pada waktu yang tepat masing-masing pribadi diri.
Akan ada niat baik yang berakhir baik.
Akan ada usaha yang baik berakhir baik.
Akan ada Do'a yang baik berakhir dengan baik.
Menjadi Baik itu Baik.
Berbuat Baik itu Baik.
Apapun yang ada pada tulisan ini, ketika kebaikan itu semata-mata dihadirkan dari Allah SWT.
Bilamana ada kesalahan dan kata-kata yang kurang tepat, itu berasal dari pribadi dan dibukakan pintu maaf.
Untuk setiap mata yang membaca, lakukan apa saja ketika itu menghadirkan kebaikan.
Bilamana tulisan ini baik, maka penulisnya belum tentu baik.
Bilamana tulisan ini benar, maka penulisnya belum tentu benar.
Karena Yang Baik dan Benar itu datang ,dari dan Hanya Allah SWT .
Salam semangat 😊
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


No comments:
Post a Comment